Stoke dan serangan jantung telah manjadi momok bagi masyarakat kita dewasa ini. Penderita stroke
(dan serangan Jantung) semakin banyak bermunculan, dan berasal dari
berbagai kalangan, baik kalangan atas, menengah maupun kalangan ‘bawah’.
Selama
ini, yg dicurigai sebagai penyebab stroke adalah adanya kandungan lemak
jahat (LDL dan Trigliserida) dalam darah kita. Pendapat tersebut ADA
benarnya.
Namun dalam kenyataannya, lemak jahat
bukanlah penyebab langsung dari terjadinya Stroke dan serangan Jantung.
Penyebab langsung dari Stroke dan serangan Jantung justru karena adanya
‘plak’, yakni endapan lemak jahat tadi yang menempel pada dinding
pembuluh darah kita.
Dengan adanya ‘plak’ tadi, maka laju aliran darah menjadi melambat,
karena ‘jalan’ yang harus dilaluinya menjadi lebih sempit. Karena
kebutuhan sirkulasi darah dari seluruh torgan di tubuh kita tidak dapat
dikurangi, maka ‘terpaksa’ lah jantung bekerja lebih keras untuk memompa
agar darah yang mengalir dapat memenuhi kebutuhan darah seluruh organ
tubuh kita. Kondisi ini (jantung yang bekerja keras) pada jangka panjang
menyebabkan tekanan darah menjadi meningkat. Inilah yang kita kenal
dengan TEKANAN DARAH TINGGI atau HIPERTENSI.
Pada saat yg sama, jika tekanan darah relatif meninggi, sedang pada sisi
lain ‘jalan’ aliran darah menjadi menyempit karena timbunan plak tadi,
sangat mungkin aliran darah yang dipompa dengan tekanan yang tinggi tadi
akan mendesak dinding pembuluh darah, dan dapat menyebabkan pecahnya
dinding pembuluh darah. Dan jika yang mengalami pecah pembuluh darah
tadi adalah pembuluh darah menuju otak, inilah yang kita kenal dengan
kondisi STROKE.
Selama ini orang beranggapan bahwa menekan lemak jahat dalam darah (LDL dan Trigliserida) adalah langkah pencegahan
terhadap Stroke dan serangan Jantung. Hal tersebut dapat dibenarkan.
Masalahnya, jika dalam pembuluh darah Anda sudah terjadi penimbunan plak
tadi, maka menekan lemak jahat dalam ALIRAN darah bukanlah langkah yang
paling tepat untuk menekan risiko Stroke dan serangan jantung.
(Catatan:
gejala awal terjadinya penyempitan pembuluh darah adalah 1. Anda sering
merasa (mudah) kesemutan, baik di kaki maupun di tangan, dan 2. Sering
merasa sakit kepala (pening), 3. Merasa nyeri di dada sebelah kiri, 4.
Tiba-2 merasa sesak / sulit bernafas).
Yang LEBIH TEPAT Anda lakukan jika sudah terjadi penyempitan pembuluh darah karena timbunan plak adalah menghancurkan atau mengikis plak pada pembuluh darah tadi.
Bagaimana caranya? Klik https://www.facebook.com/obatmata.slutena/media_set?set=a.298652056978310.1073741836.100005005544655&type=3
atau https://www.facebook.com/obatmata.slutena/media_set?set=a.291926000984249.100005005544655&type=3


Tidak ada komentar:
Posting Komentar